Jenguk Kerabat di Rumah Sakit, Bupati Edi Damansyah Dikerumuni Pengunjung

KANAL KUKAR – Layaknya kehidupan masyarakat social pada umumnya, Bupati Kukar Edi Damansyah juga tak jarang menyelipkan waktu menjenguk kerabat yang sedang sakit. Selasa (7/1) lalu, kedatangan Bupati Edi Damansyah di RSUD AM Parikesit, sukses menjadi magnet pengunjung.
Hanya beberapa saat keluar dari pintu mobil, Edi Damansyah langsung membuat puluhan orang pengunjung rumah sakit mendekati dirinya. Beberapa di antara mereka bahkan tak canggung meminta berfoto bersama orang nomor satu di Kukar itu.

Dalam hitungan menit, kedatangan Edi Damansyah menjadi pusat kerumunan masyarakat yang sudah taka sing dengan Edi Damansyah. Tanpa pengawalan protokol, kedatangan Edi Damansyah sempat membuat kaget pihak rumah sakit dan warga.
Sehingga, tak ada penyambutan khusus dari pihak rumah sakit. Sehingga, pelayanan rumah skait pun tak ikut terganggu. “Saya sudah sering ketemu Pak Bupati. Beliau orangnya sederhana sering turun ke masyarakat. Makanya, kami pas melihat pak bupati juga gak takut-takut mau minta foto,” ujar Bambang, salah satu pengunjung rumah sakit.

Edi Damansah menyapa anak kecil yang pada saat itu berada di poli rawat jalan

 

Berbagai tema perbincangan, menjadi bahan obrolan masyarakat dan warga. Edi juga sempat menanyakan pelayanan rumah sakit. Para pengunjung kompak menyampaikan pelayanan rumah sakit sudah nyaman.
“Nyaman pak, kayak dihotel,” celetuk seorang ibu.
“Tapi jangan jua leh etam sakit terus. Saya doakan sehat semuanya,” sahut Edi Damansyah.

Setelah melayani swafoto serta mengobrol dengan warga, Edi lalu berpamitan untuk menjenguk kerabatnya yang sedang sakit. Edi mengaku datang sebagai masyarakat. Sehingga, ia juga menyempatkan hadir di saat jam besuk yang sudah diatur pihak rumah sakit.
“Karena saya mau menjenguk orang sakit, jadi saya ikut aturan rumah sakit di jam besuk. Saya pamit dulu yah bapak ibu,” kata Edi selanjutnya memberikan salam.

Irfan, ajudan Bupati Edi Damansyah mengatakan jika pemandangan in imenjadi hal yang biasa ia lihat. Terutama keramahan bupati saat menyambut antusias masyarakat yang melihat kedatangannya. Ia pun harus siap menjadi “tukang” foto dadakan oleh warga.
“Biasanya kalau sudah ada yang minta fotokan dengan bapak, bisa lima sampai enam ponsel dikasih bersamaan ke saya. Tapi begitulah pak bupati, beliau selalu menyempatkan menyapa warga dimana saja,” kata Irfan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan