Peduli Pariwisata, Bupati Edi Ikut Promosikan Lokasi Pariwisata Lewat Akun Sosial Medianya

KANALKUKAR- Lewat akun instagramnya, Edi Damansyah Selaku Bupati Kutai Kartanegara terus mempromosikan Potensi pariwisata yang ada di Kutai Kartanegara.

Edi Damansyah paham betul bagaimana memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk mendorong potensi pariwisata di Kukar. Perkembangan teknologi informasi terkini sangat memungkinkan tersampaikannya konten-konten yang menarik. Sosial media dianggap sangat tepat untuk digunakan oleh industri pariwisata.

Kepedulian Edi Damansyah terhadap pariwisata sudah tidak diragukan lagi. Disetiap kunjunganya Edi selalu menyempatkan untuk melihat kondisi pariwisata yang tersebar di beberapa Kecamatan. Namun kali ini Edi betul-betul memanfaatkan 52 Ribu Followers di Facebook dan 12 ribu followers Instagram.

Dalam sepekan tertakhir, Bupati Edi telah mempromosikan Lima lokasi pariwisata di kukar. Sebut saja ketika Edi Memposting wisata perairan muara badak, Wisata Ekoriparian Samboja, Lokasi pemancingan Loa Kulu, Pemancingan Muara Muntai, dan terakhir kunjunganya ke Tugu Bersejarah di Loa Kulu.

Menurut Edi, Kukar kaya akan potensi pariwisata, baik yang berkenaan dengan Sumber Daya Alam (SDA), maupun yang menyangkut kebudayaan masyarakatnya, untuk itulah semaksimal mungkin ia ikut mempromosikan pariwisata tersebut lewat akun sosial media miliknya.

Dikutip dari akun Instagram @edi_damansyah (24/7). Bupati Edi Damansayah mengunggah pendakianya ke bukit Loa Kulu untuk melihat situs bersejarah Tugu Pembantaian masyarakat Loa kulu pada masa penjajahan bangsa Jepang di Indonesia.

Dalam komentarnya Bupati Edi Mengajak wisatawan juga mengunjungi situs tersebut sebagai wisata edukasi.

“Loa Kulu pada masa lalu merupakan kota terbesar dan paling ramai di Kaltim. Loa Kulu disebut sebagai kota metropolitan. Dulu, sentral listrik berada di Loa Kulu. Perkantoran, perumahan,Sarana air bersih, pasar, pabrik semen, pelabuhan, dll ada semua di Loa Kulu.

Loa Kulu merupakan daerah kaya raya akan hasil tambang batu bara. Karena kekayaan inilah memicu kedatangan Belanda dan Jepang memperebutkan wilayah Loa Kulu untuk dikuasai.

Dalam foto ini saya tepat berada di tugu pembantaian Jepang, sejarah kelam Loa Kulu ada disini. Ratusan warga Loa Kulu dibantai oleh jepang karena ingin menguasai kekayaan alamnya.

Saya juga berharap wisatawan selain mendatangi Tenggarong, mereka juga bisa mengunjungi ke Loa Kulu untuk menelusuri berbagai situs yang menjadi jejak sejarah di masa lalu.

Situs ini bisa menjadi edukasi bagi wisatawan terkait sejarah panjang Loa Kulu.

Maju Terus Pariwisata Kukar.” Tulis edi dalam Akun Sosial Medianya. (SH1)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan