Waspada Lonjakan Kasus Pasca Lebaran, Pemkab Ajak Masyarakat Antisipasi Tsunami Covid-19 dengan 5 M

KANAL KUKAR – Upaya bahu-membahu antara pemerintah, masyarakat hingga swasta di Kukar dalam memerangi Covid-19 gencar dilakukan. Terbukti di sejumlah wilayah di Kukar tercatat menjadi zona hijau. Namun belakangan, muncul kekhawatiran lonjakan kasus terjadi pasca momen arus mudik Lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kukar Martina Yulianti menuturkan, kekhawatiran terjadi lonjakan kasus covid-19 tersebut muncul seiring dengan sejumlah kondisi memasuki momen lebaran tersebut.

Meski telah dilakukan sejumlah pembatasan sosial, termasuk penyekatan arus mudik masuk dan keluar Kukar, hanya saja potensi arus mudik dan arus balik tetap berpeluang terjadi. Terlebih lagi, pihaknya tidak memiliki data untuk mendeteksi warga yang bepergian untuk melakukan perjalanan mudik tersebut.

Terutama untuk masyarakat yang bukan berprofesi Aparatur Sipil Negara (ASN) berpitensi bisa bepergian sebelum masa pembatasan atau masa libur yang di tetapkan.

“Kemungkinan ada saja orang yang mudik duluan sebelum ada pembatasan,” kata Martina

“Kemudian setelah pembatasan dibuka baru dia kembali. Nah itu yang berbahaya, misalnya dia berada di tempat yang ada tingkat penularan tinggi itu sangat beresiko,” tambahnya

Namun lanjut dia, pemerintah sudah membuat aturan bahwa nanti pemudik itu harus melampirkan rapid antigen yang bisa digunakan 1×24 jam. Sehingga jika berjalan lancar kata dia, dengan kepatuhan masyarakat yang tinggi maka resiko lonjakan kasus bisa ditekan.

Disinggung terkait potensi tsunami covid-19, Martina menjelaskan bahwa hal tersebut perlu disampaikan agar masyarakat tidak lalai dalam melakukan protokol kesehatan tang telah ditetapkan. Kekhawatiran lalainya prilaku masyarakat itu muncul, justru ketika kondisi jumlah kasus sudah mulai menurun atau membaik.

“Jadi yang penting maksudnya gini kita kan sudah kondisinya membaik, jangan sampai kita kita lalai sehingga kita akan jatuh lagi pada kondisi seperti sebelum,” imbuhnya.

Ia pun menghimbau masyarakat bisa lebih peduli dengan menekan lonjakan kasus tersebut. Termasuk dengan menerapkan prilaku 5 M. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan. “Apalagi sampai membuat kerumunan. Jangan sampai seperti itu,” lanjutnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.