Tangani Tracking 500 Lebih Pasien Selama Pandemi Covid-19, Korbankan Praktek Sering Tutup

KANALKUKAR- Diberi amanah sebagai tenaga dokter tracking hadapi Pandemi Covid-19 di Kukar, bagi dokter JN Adam sebuah tantangan yang harus dihadapi meski banyak yang harus dikorbankan. Belum lama ini, dokter yang bertugas di Puskesmas Rapak Mahang Tenggarong ini, berbincang bersama Kanalkukar.

Dokter Adam menghitung-hitung, pasien yang harus ditranckingnya hingga saat ini, sudah mencapai 500 lebih pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan(PDP) maupun yang berstatus pasien Orang Tanpa Gejala(OTG) yang dikarantina diberbagai tempat yang ditunjuk Penkab Kukar.

“Malahan saya harus juga tracking ke Samarinda, karena ada pasien yang dikarantina di Samarinda, ” ucapnya.

Disinggung selama menjadi tenaga dokter tracking Covid-19, adakah yang korbankan, jelas ada menurut Adam. Dirinya rela menutup praktek mandiri di jalan Lais Tenggarong. Bukan atau dua hari, karena lumayan sibuk tangani Covid-19.

“Untungnya, kalau ada pasien yang ingin berobat ke praktek saya, bikin janji terlebih dahulu. Pas juga masa pandemi, pasien yang datang juga sedikit. Diperiksa saja diluar ruang praktek, demi mengantisipasi dan dengan menggunakan standar protokol pencegahan penyebaran Covid-19, ” jelasnya.

Selain itu, dokter Adam menuturkan, dirinya yang juga sebagai dokter di rumah rawat diabetes puskesmas Rapak Mahang juga banyak ditinggalnya selama pandemi Covid-19. Tapi dokter Adam dibuat tenang, sudah ada kader dan perawat yang sudah bisa menangani jika ada pasien diabetes yang harus ditangani secara itensif.

“Yang bikin capek itu, saat menjalankan Standar Operasional Prosedur(SOP) pencegahan penyebaran Covid-19. Untungnya kita kerja tim sesama tenaga medis, sama-sama saling bantu membantu dan melengkapi, walau kami dilapangan kadang lupa makan, ” Katanya. (Red)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan