Pertama di Indonesia, Terbitkan SK Kawasan Konservasi Perairan, RASI apresiasi Bupati Kukar Edi Damansyah yang Lindungi Habitat Pesut

Terbitkan SK Kawasan Konservasi Perairan, RASI apresiasi Bupati Kukar Edi Damansyah yang Lindungi Habitat Pesut

KANAL KUKAR – Penantian panjang berbagai pihak, terkait penetapan kawasan konserpari perairan (KKP) untuk habitat pesut di Kukar berakhir. Bupati Kukar Edi Damansyah resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait kawasan konservasi perairan yang terdapat di empat kecamatan itu.

Sejumlah perairan yang diperkirakan menjadi habitat pesut ditetapka di empat kecamatan. Yaitu Muara Wis, Muara Muntai, Kota Bangun dan Muara Kaman. Yayasan Konservasi Rasi (Rare Aquatic Species of Indonesia) lembaga dunia yang fokus dalam perlindungan habitat pesut tersebut pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kukar Edi Damansyah.

Kepemimpinan Edi Damansyah, tercatat menjadi kepala daerah pertama di Indonesia yang mendukung penetapan kawasan konservasi perairan air tawar. Tidak hanya melindungi habutat pesut secara khusus, tetapi juga pemulihan kawasan perairan yag perlu direhabilitasi. Sehingga, dampak sosial serta perekonomian masyarakat yang berada di sekitar sungai juga akan semakin tumbuh.

Terutama dalam hal pengelolaah penangkapan ikan dengan tata cara yang benar. Co-Founder RASI, Danielle Kreb pn secara terbuka menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Kukar Edi Damansyah melalui akun media sosia Facebook miliknya.

Berikut di antara petikan rasa sukur dan terimakasih yang disampaikan Danielle tersebut ;

“Alhamdullilah…Dengan penuh kegembiraan setelah bertahun-tahun perencanaan dan koordinasi, akhirnya kami dapat mengumumkan bahwa Bupati Kutai Kartanegera telah menandatangani Keputusan Bupati untuk Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam,” tulisnya

“Kawasan mencakup area dengan total luasan 43,117,22 ha yang terdiri dari 1,081,28 ha zone Inti dengan larangan ketat kegiatan penangkapan ikan, 14,947,65 ha zona Perikanan Berkelanjutan, 2,169,44 ha hutan sempadan sungai, 563,79 vegetasi/ hutan sempadan danau, 24.355,06 zona rehabilitasi dan perlindungan (gambut dan rawa-rawa (hutan),” lanjut Danielle

Danielle juga menyampaikan harapannya agar kawasan tersebut bisa berkontribusi terhadap pengelolaan ikan yang lebih baik dan peningkatan kualitas air. Dipenghujung paragraf dalam tulisannya, ia kembali menegaskan ucapan terimakasih kepada Bupati Kukar Edi Damansyah yang menurutnya sangat berjasa dalam perlindungan haitat pesut tersebut.

“Akhirnya, kami berterima kasih Bupati Edi Damansyah dari lubuk hati kami serta semua pemangku kepentingan pemerintah terkait, khususnya, Departemen Sumber Daya Alam (SDA KUKAR) dan tim teknis yang ditunjuk yang memberikan kontribusi signifikan terhadap terbentuknya kawasan ini,”tutupnya lagi.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan