Peduli Perkembangan Industri Kreatif, Bupati Edi Damansyah Realisasikan “Creative Hub”

KANAL KUKAR- Berbagai jejak kesuksesan Bupati Kukar Edi Damansyah, membangun daerah tak hanya tersirat pada bidang infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM). Setelah ditetapkannya Kukar menjadi salah satu Kota Kreatif oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Edi Damansyah pun bergegas menangkap peluang industri kreatif, dengan merealisasikan pembangunan Creative Hub di Tenggarong tahun 2020 ini.

Creative Hub nantinya bakal menjadi etalase sekaligus wadah komunitas industri kreatif di Kukar agar lebih pesat menghasilkan karyanya. Layaknya sejumlah kota-kota besar di Indonesia, Creative Hub juga menjadi bagian dari gotong-royong mempercepat perekonomian di Kukar.Terutama para komunitas industri Kreatif yang selama ini masih bergerak masing-masing di bidangnya.

Dengan berbagai kearifan lokalnya, keberadaan komunitas industri kreatif ini akan menjadi efek domino meningkatkan daya saing anak muda di Kukar, serta meningkatkan partisipasi aktif mereka mengenalkan Kukar. Terlebih lagi setelah ditetapkannya Kukar sebagai salah satu bagian Ibu Kota Negara (IKN).

Dukungan pembangunan Creative Hub oleh bupati ini pun disambut antusias oleh penggiat industri kreatif di Kukar. Tak hanya sejalan dengan program pemerintah pusat, tetapi juga menjadi semakin merangsang pertumbuhan komunitas industri kreatif tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Wiyono bahkan memastikan jumlah komunitas industry kreatif di Kukar begitu pesat. Jumlahnya kini diprediksi mencapai sekitar 300 komunitas dari berbagai sub sektor.

“Berkembangnya industri kreatif di Kukar ini, ditandai dengan pertumbuhan jumlah komunitas industri kreatif di Kukar. Karena itulah, pak bupati mendukung adanya wadah mereka menyalurkan ide serta menghasilkan karya-karya,” ujar Wiyono.

Dalam banyak kesempatan, Bekraf bahkan menyebut potensi ekonomi serta efek domino dalam industri kreatif di Kukar sudah sangat nampak. Selain Kukar, ada juga Kabupaten Majalengka, Kota Malang serta Kota Palembang yang turut ditetapkan sebagai Kota Kreatif. Sebelumnya keempatnya bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

Dalam Keputusan Kepala Bekraf RI Nomor 83 Tahun 2019, Tentang Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia Tahun 2019, Kukar semula masuk 10 Kabupaten/Kota kreatif. Dihadapan Bekraf RI,Edi Damansyah bahkan sempat menyampaikan presentasi road map terkait perencanaan mendukung industry ekonomi kreatif tersebut. Hingga akhirnya masuk dalam empat besar dan layak mendapat pendampingan dari Bekraf.

Berdasarkan hasil Tim Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI, menetapkan Seni Pertunjukan sebagai salah satu Sub Sektor Unggulan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kutai Kartanegara (Kukar). Selain itu juga ada sektor lain seperti perfilman yang dianggap potensial menjadi ajang promosi Kukar.

Fokus sub sektor pada sektor seni pertunjukan ini dipilih Bekraf atas pertimbangan bahwa Kabupaten Kukar dengan 18 kecamatan, memiliki kesenian pertunjukan sebagai potensi kreatifnya, dan adanya komunitas serta penggiat seni pertunjukan.

Kukar juga memiliki banyak ruang publik yang dapat mendukung pagelaran seni pertunjukan. Keberagaman budaya dan tradisi di Kukar harus dilestarikan dan diperkenalkan, kemudian adanya festival musik berskala internasional yang mendatangkan banyak masa

Asesor uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Tyas Ajeng Nastiti dalam sebuah pertemuan di Bappeda Kukar menjelaskan, sektor seni pertunjukan dipilih atas pertimbangan bahwa Kukar 18 kecamatan dan ratusan desa, memiliki kesenian pertunjukan dengan karakter masing-masing sebagai potensi kreatifnya. Bahkan juga sudah terbentuk berbagai komunitas-komunitas pegiat seni pertunjukan.

Kukar juga memiliki banyak ruang publik yang dapat mendukung pagelaran seni pertunjukan. Keberagaman budaya dan tradisi di Kukar. Dengan berkolaborasi dengan penggiat serta komunitas industri kreatif, akhirnya turut dibentuk Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) yang diketuai langsung oleh Wiyono. Serta Akbar Haka yang merupakan seniman asal Kukar sebagai wakilnya.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, dukungan terhadap insustri ekonomi kreatif menjadi salah satu hal yang ia seriusi. Maka tak heran, pertumbuhan ekonomi kreatif di Kukar terus meningkat dengan rata-rata 5 persen setiap tahunnya.
Ia pun banyak menerima ide saat bertemu langsung menyambangi para komunitas industri kreatif di Kukar. Dengan semangat gotong-royong tersebutlah, akhirnya sektor industri kreatif ini disepakati bersama sebagai wujud mengembangkan perekonomian di Kukar.

“Saya ingin mendukung semangat para komunitas industri kreatif di Kukar ini dengan membangun creative hub tersebut. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami memberi ruang bagi para seniman dan komunitas industri kreatif dalam berkarya,” ujar Edi Damansyah.

 

 

Peduli Perkembangan Industri Kreatif, Bupati Edi Damansyah Realisasikan “Creative Hub”

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan