Edi Damansyah Senang, proyek Penanggulangan Banjir Berbuah Hasil.

KANAL KUKAR – Foto Bupati Kukar Edi Damansyah yang sempat menerobos banjir di kawasan Tambak Rel, Kecamatan Tenggarong sempat viral tahun lalu. Jauh dari kata pencitraaan, upaya Edi Damansyah menyelesaikan masalah banjir terus mendapat pengakuan banyak pihak.

Banjir yang melanda sebagian kawasan Tenggarong tahun lalu, tak bisa membuat Edi Damansyah tidur nyenyak. Tiap kali hujan turun, ia langsung menghubungi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Bahkan, Edi kerap turun langsung melihat lokasi rawan banjir dan longsor. Bermodal payung serta sepatu boots, Edi mengecek langsung kawasan perkampungan warga.

Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia lalu mengumpulkan instansi teknis terkait untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Rapat tak melulu dilakukan di ruang ber-AC. Edi bahkan sesekali mengajak pegawainya menggelar rapat penanganan banjir di posko atau lokasi yang berdekatan dengan titik banjir.

“Saya tidak mau laporan yang disampaikan ke saya, hanya ABS saja. Atau asal bapak senang. Saya merasa perlu turun melihat langsunh kondisi di lapangan,” ujar Edi Damansyah.

Belakangan, Edi lalu meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar serta OPD lain, merancang penanganan banjir di Tenggarong. Seluruh lurah bahkan dilibatkan untuk menyampaikan langsung persoalan penyebab banjir di Tenggarong. Beberapa di antaranya, memang adanya penyempitan serta meningkatnya sedimentasi pada drainase di Tenggarong.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat itulah, bupati mengajak seluruh stakeholder serta elemen masyarakat di Kukar menggelar gotong royong membersihkan drainase.

Bupati Edi Damansyah yang menyambangi pemukiman warga pun tak terhitung lagi jumlahnya. Ia tak segan mengeruk langsung sedimentasi dari parit-parit runah warga.

Ulah bupati ini, akhirnya sukses membuat warga semakin sadar akan kewajibannya menjaga lingkungan. Belakangan, masyarakat turut bergerak “betulungan” alias gotong-royong membersihkan dan menjaga lingkungan sekitar rumah.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat yang semakin meningkat ini juga berkontribusi dalam penanganan banjir. Sehingha akan terbangun paradigma bahwa menjaga lingkungan itu menjadi tugas bersama,” tambah Edi.

Selain itu, Pemkab Kukar juga melakukan berbagai proyek penanganan banjir. Misalnya saja pengerukan Sungai Kejawi sepanjang 625 meter, yang kini banyak tertutup pemukiman warga. Bupati bahkan menelusuri langsung aliran sungai kejawi yang disebutnya menghilang.

Selain itu, aliran parit sepanjang lebih dari 17 ribu meter juga menjadi perhatian. Ada juga yang dilakukan pelebaran serta pembuatan jalur baru pada drainase tersebut.

Setidaknya terdapat sekitar 40 titik kawasan drainase di Tenggarong yang dianggap rawan dan perlu dilakukan normalisasi. “Alhamdulillah, saat ini jika hujan deras turun, banjir di Tenggarong sudah tidak terlihat lagi. Kalau pun ada, intensitasnya sangat kecil. Serta pembuangan airnya lebih cepat menuju sungai,” sambung Edi.

Hujan deras berjam-jam pada Sabtu dan Minggu (11-12/1/2020) yang mengguyur Tenggarong, seolah menguji ketangguhan upaya penanggulan banjir bupati. Alhasil, banjir kian tak nampak di lokasi-lokasi yang sebelumnya rawan. Kinerja Edi pun banyak mendapat apresiasi dan pujian oleh netizen.

“Bejalan ke Kampung Baru hanya ndak melihat hasil proyek penanganan banjir. Hasilnya air hujan bisa dialirkan langsung ke sungai dengan lancar. Good Job Edi Damansyah, mudahan menyusul daerah lain. Mudahan wadah etam bebas banjir segala,” tulis pemilik akun Facebook Weli Perdana di kolom status miliknya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan