Thursday 30th November 2023

Disperkim Siapkan SPAM di 60 Titik Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Kukar

TENGGARONG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus didorong Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Di tahun 2023 ini saja, sebanyak 60 kegiatan untuk SPAM telah dipersiapkan Disperkim Kukar. Sebagai program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Rendi Solihin dalam pemenuhan kebutuhan dasar air bersih.

Disampaikan Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Disperkim Kukar Supriyadi Agus. Rp 68, 5 miliar telah digelontorkan untuk pembangunan SPAM ini. Rincinya, dari total anggaran Rp 19 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur SPAM. Dan Rp 49,5 miliar sisanya untuk peningkatan dan perluasan jaringan SPAM telah terbangun.

“Saat ini sudah ada 17 unit infrastruktur SPAM yang dibangun di delapan kecamatan di Kukar. Sementara kegiatan peningkatan SPAM yang sudah terbangun ada 24, dan 19 kegiatan perluasan infrastruktur SPAM. Rencananya program pembangunan SPAM di desa-desa ini akan habis di 2024, tinggal di dusun-dusun saja lagi,” jelas Supriyadi.

Pengerjaan peningkatan SPAM ini merupakan penambahan kapasitas yang telah terbangun di tahun sebelumnya. Seperti menambah kapasitas bak penampungan air. Beserta mengubah penampungan air yang mulanya berupa tandon menjadi Water Treatment Plant (WTP). Sementara kegiatan perluasan SPAM lebih kepada penambahan jumlah sambungan penyaluran air kepada rumah penerima manfaat. Sesuai dengan jumlah yang terus bertambah.

Kegiatan SPAM yang telah terbangun ke depannya nanti akan dikelola secara mandiri oleh desa penerima manfaat. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Baik itu terhadap perawatannya maupun pengelolaan iuran untuk per bulannya. Namun sebelumnya mereka akan dilatih terlebih dahulu sebagai bekal dalam proses pengelolaannya. Target pembangunan SPAM oleh Disperkim yang masuk dalam RPJMD 2021-2026, diklaim tuntas akhir tahun 2023 ini.

“Jadi dengan menyelesaikan pembangunan SPAM di 56 desa dalam kurun waktu dua tahun. Sehingga pada 2024 mendatang, pengerjaan difokuskan kepada pembenahan SPAM yang sudah terbangun. Saat ini tidak ada kendala dalam proses pembangunan, karena sifatnya teknis. Yang terkendala ini SDM yang mengelola saja lagi, butuh pelatihan,” pungkasnya. (adv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below