Saturday 20th July 2024

Dibuka Bupati Kukar, Swanantara Traditional Music Festival Tumbuhkan Semangat Pelestarian Seni Budaya

TENGGARONG – Swanantara Traditional Music Festival digelar Rabu (22/11/2023) di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar). Festival ini dibuka Bupati Kukar Edi Damansyah, ditandai permainan alat musik tradisional jatung utang Dayak Kenyah.

Swanantara Traditional Music Festival merupakan festival musik yang khusus menampilkan musik-musik tradisional. Kegiatan ini didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Apresiasi disampaikan Edi atas pelaksanaan acara ini. Dirinya berharap kegiatan ini bisa terus dilanjutkan serta bisa dimasukkan ke dalam agenda Kukar Kaya Festival. Pasalnya kegiatan ini dianggap mampu menumbuhkembangkan semangat sekaligus melestarikan seni budaya tradisional yang ada di Kukar.

“Dengan semangat yang tinggi diharapkan nantinya para pelaku seni budaya di Kukar lebih banyak lagi. Dan sekaligus nantinya bisa mengharumkan nama Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutur Edi.

Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek Ahmad Mahendra yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, Swanantara Traditional Music Festival merupakan wujud dan langkah Pemerintah dalam melihat ekosistem musik, di antaranya musik tradisional.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi setelah diadakannya kongres musik tradisional beberapa waktu lalu. Yang bertujuan melihat segi dari hulu dan hilir perkembangan musik tradisional, termasuk didalamnya kesejahteraan dari pelaku musik tradisional.

 

“Setelah dilihat, sangat perlu untuk diperbanyak mengenai festival musik tradisional ini agar dapat terus berkembang. Kegiatan ini sekaligus untuk memahami pemetaan dan upaya pelestarian pengembangan dan pemanfaatan musik tradisional agar musik tradisional bisa jadi tuan rumah dan sebagai diplomasi budaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Ahmad menyebut Kukar khususnya Tenggarong dipilih lantaran memiliki nilai historis sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Hal ini dipandang secara keseluruhan sebagai upaya menggeliatkan kebudayaan.

“Diharapkan kabupaten ini bisa jadi pusat kebudayaan terutamanya menyongsong Ibu Kota Nusantara,” papar Mahendra.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Achmad Fauzi menguraikan, kegiatan Festival musik Tradisi Indonesia 2023 Harmoni Bunyi Nusantara ini diikuti lima provinsi se-Kalimantan. Festival ini berlangsung selama empat hari, 22-25 November 2023. (adv)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below