Edi – Rendi Paham Pertanian, Marangkayu jadi Lumbung Pangan Berbasis Teknologi

KANALKUKAR, MARANGKAYU- HAMPARAN sawah, terlihat tak berujung. Iring-Iringan mobil kampanye Edi Damanysyah – Rendi Solihin memasuki wilayah Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu. Komitmen paslon tunggal di Pikada Kukar untuk menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan pun semakin termotivasi.

Rabu (28/10/2020), Rendi Solihin menggelar perrtemuan tatap muka di Kecamatan Marangkayu. Simpatisan dan para pendukung dengan setia menunggu kedatangan. Rendi Solihin yang kerap disebut role model Pemuda di Kukar ini pun tak sekedar dianggap pemimpin, melainkan anak bagi para tokoh di Kecamatan Marangkayu.

Dua titik yang menjadi tempat digelarnya kampanye, yaitu RT 3, Desa Santan Tengah di kediaman Jamaluddin. Sedangkan titik kedua di RT 3, Dusun Pangulu, Desa Santan Ilir di rumah Haji Abdul Hamid.

Belum lagi memulai penyampaian kampanye serta dialog kepada masyarakat, Rendi Solihin sudah mendapat sambutan yang begitu hangat. Warga mengetahui kedatangannya, berusaha menyentuh Rendi Solihin meski tak bersentuhan tangan.

“Saya memegang bajunya aja, soalnya lagi Covid-19. Semoga anak muda pesisir ini jadi Wakil Bupati,” ujar seorang warga yang mengelus punggung Rendi, sambil mendoakannya.

Dalam penyampaian masa kampanye terebut, Rendi Solihin mengaku sempat melihat sejumlah infrastruktur di Kecamata Marangkayu. Ia berkeliling di sejumlah desa, untuk memperhatikan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Tak hanya berkaitan dengan jalan, tetapi juga infrastruktur pertanian dan pendidikan serta kesehatan.

“Perjalanan saya dari Tenggarong menuju Marangkayu mungkin lebih lama daripada biasanya. Padahal dikawal patwal polisi. Bukan karena macet, tapi saya ingin melihat-lihat Marangkayu dari banyak sisi,” ujar Rendi Solihin.

Salah satu potensi terbesar di Kecamatan Marangkayu menurut Rendi adalah sektor pertanian dalam arti luas. Mencakup juga perkebunan holtikultura, peternakan, perikanan dan sebagainya. Sehingga, kebutuhan pangan mestinya tak lagi kekurangan untuk Kecamatan Marangkayu. Bahkan, juga menjadi penyumbang kebutuhan pangan bagi Kukar dan sekitarnya.

Hanya saja kata Rendi, keberlanjutan program pemerintah daerah dalam mengelola pertanian, patut dilanjutkan. Kedekatan para petani dengan figur Edi Damansyah yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar memang tak bisa dipungkiri. Hal itu kata dia, menjadi salah satu yang memperkuat percepatan pertumbuhan pertanian di Kukar

“Pak Edi Damansyah saat aktif menjadi bupati, beliau tidak sekedar menunggu laporan dari pejabat di bawahnya. Ia melihat dan mendengarkan langsung kondisi pertanian dari para petani. Makanya, banyak program pertanian yang kami rumuskan ini, juga berdasarkan hasil blusukan beliau,” kata Rendi Soihin.

Meski terbilang sangat produktif, namun peningkatan hasil pertanian di Marangkayu masih perlu digenjot. Salah satunya upaya dari Edi – Rendi untuk meningktkan jumlah intensitas panen padi di Marangkayu. Kebanyakan sumber air persawahan masih mengharap sumber air dari hujan. Atau dikenal dengan istilah sawah tadah hujan.

“Kami sudah menyiapkan program pembuatan 120 embung untuk sumber irigais pertanian di Kukar. Sehingga, jumlah masa panen dalam setahunnya bertambah. Jika di Marangkayu dua kali panen setahun, kalau perlu menjadi tiga kali dalam setahun. Tidak lagi hanya menunggu hujan,” lanjut Rendi.

Untuk memudahkan distribusi hasil pertanian, Edi – Rendi juga memastikan
Program peningkatan jalan usaha tani di Kukar. Upaya peningkatan infratsruktur pertanian ini, juga terintegrasi dengan program lain seperti UMKM, serta pengelolaan kawasan pertanian menjadi Agrrowisata.

“Jadi kawasan pertanian ini, juga bisa menjadi tempat wisata dan menghasilkan produk UMKM. Semua program yang kami rancang ini saling terintegrasi,” imbuhnya.

Upaya melakukan akselerasi ketahanan pangan tersebut, juga melihat peluang perkembangan Kukar yang sebagian wilayahnya ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru. Salah satu proyek besar di bidang pertanian di Kukar, yaitu proyek bendungan Marangkayu yang menjadi salah satu ikon infrastruktur pertanian nasional.

Sejumlah proses pengolahan tanah dan proses pertanian lainnya di Marangkayu di era kepemimpinan Edi Damansyah direncanakan dibangun secara modern berbasis teknologi. Dengan harapan akan meningkatkan hasil pertanian di kecamatan tersebut.

Bahkan, Kementerian Pertanian RI juga pernah ingin datang langsung ke lokasi pertanian di Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu. Edi – Rendi juga menargetkan swasembada jagung termasuk menyiapkan lahan-lahan tidur agar bisa produktif menjadi kawasan pertanian.
“Juga ada program 10.000 paket beasiswa untuk anak-anak kita. Silakan yang ingin menyekolahkan anaknya menjadi sarjana pertanian. Sehingga, semakin tumbuh dan berkembang para petani milenial di Kukar,” kata Rendi.

Sementara itu, Edi Damansyah menyatakan kesiapan program lain untuk menopang kemajuan di Kukar. Sebut saja program Rp 100 juta untuk satu pesantren, program 20 ribu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk warga prasejahtera. Selain itu program Kukar Siap Kerja yang akan membuat balai latihan kerja di tiga zona.

Termasuk juga program Rp 50 juta untuk sau RT, yang diharapkan membantu para perangkat RT menjalankan roda pemerintahan di lingkupnya masing-masing. “Selama ini, upaya memajukan Kukar tidak bisa dilakukan sendiri. Makanya, program yang kami buat juga kita rumuskan bersama warga dan tokoh masyarakat. Kita ingin meilihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Kami memohon doa restu untuk melanjutkan kembali program dan pengabdian yang sudah saya lakukan semasa menjadi kepala daerah,” kata Edi Damansyah.

 

Penulis : Saleh Hidayat
Editor : Andi Akbar

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.